Kemenangan MU atas Leeds UnitedKemenangan MU atas Leeds United di Liga Inggris

Kemenangan MU atas Leeds United merupakan kemenangan dimana Manchester United menjadi tuan rumah dengan pertandingan mereka melawan Leeds.

Manchester United telah berhasil mendapatkan kemenangan saat mereka menjadi tuan rumah dalam pertandingan mereka melawan Leeds United di Liga Inggris. Dimana dalam artikel ini kita akan membahas lebih lanjut tentang beberapa fakta menarik yang ada dalam pertandingan.

Tiga poin untuk klasemen telah di peroleh oleh MU setelah mereka mendapatkan kemenangan dengan skor 6 – 2 melawan Leeds. Yang di lakukan di Liga Inggris minggu ke – 14. Yang di lakukan di Stadion Old Traffold, Manchester, Inggris pada minggu malam desember tahun lalu.

Dan untuk saat ini MU telah berada di urutan ketiga dari klasemen semntara yang memiliki selisih lima poin dari Liverpool yang sedang berada di urutan paling atas dengan posisi pertama.

Walaupun begitu, MU masih memiliki satu pertandingan yang tersisa yang belum di mainkan. Scott McTOminay dan burno Fernandes memberikan dua gol untk MU. Dan untuk dua gol yang di sumbangkan lainnya adalah hasil dari tendangan Victor Lindelof dan juga Daniel James.

Selain itu, LIam Cooper dan jug Dallas telah memberikan satu gol kepada tim Leeds pada pertandingan tersebut. Pertandingan tersebut merupakan pertandingan dimana mereka berhasil mendapatkan kemenangan ke delapan di musim ini.

Dengan perolehan yang di dapatkan setelah 13 kali melakukan pertandingan di liga Inggris. SEdangkan untuk lima pertandingan lainnya mereka terpaksa menelan kekalahan sebanyak tiga kali dan dua pertandingan lainnya berakhir imbang.

Dan berikut ini merupakan beberpa fakta yang terjadi dalam pertandingan saat Manchester United melawan Leeds United.

Fakta 1

Manchester United menjadi tim yang tidak memiliki rekor kekalahan di 15 pertandingan terakhir. Yang di lakukan di dalam kandang saat mereka melawan Leeds di Liga Primer Inggris, Dengan perolehan menang 9 kali dan seri 6 kali.

Dimana mereka mengalami kekalahan di kandang sejak februari di tahun 1981 dengan kekalahan skor 0 – 1. Ini merupakan pertemuan liga pertama dimana kedua tim yang memperoleh skor imbang dengan 1 – 1 di Old Traffold di bulan feburari tahun 2004.

Fakta 2

Scott McTominay  merupakank pemain sepak bola pertama yang berhasil mencetak gol  dua kali dengan gol yang di dapatkan tiga menit setelah pertandingan manchester united di mulai.

Fakta 3

Bruno Fernandes menjadi pemain yang memiliki 28 gol baik secara langsung maupun tidak dari 27 pertandingan yang ada di dalam liga inggris. Dimana ia berhasil mendapatkan 16 gol dengan 12 kali assist.

Fakta 4

Manchester united telah memiliki keunggulan skor dalam waktu 20 menit setelah mereka memulai pertandingan. Dimana mereka mengalami hal tersebut saat melawan Fullham di bulan Agustus tahun 2006.

Fakta 5

Leeds United kebobolan gol pada babak pertama, dimana hal tersebut merupakan rekor terburuk mereka untuk pertama kalianya di liga premier yang merupakan pertandingan mereka ke 482 di kompetisi tersebut.

Fakta 6

Pertandingan yang di lakukan antara MU dengan Leeds United merupakan pertandingan liga inggris keempat di musim ini. Dimana perolehan gol di babak pertama adalah lima gol. Dan terdapat tiga pertandingan lainnya yang menghasilkan lima gol, yang terjadi antara Liverpool saat mereka menghadapi Leeds. Selain itu, Villa melawan Liverpool dan Manchester United melawan Spurs.

Dan hal tersebut hanya terjadi sebanyak tiga kali saja sepanjanga 2019 – 2020.

Fakta 7

Daniel james berhasil mendapatkan gol Liga premier pertamanya setelah ia bertanding sebanyak 33 kali. Dengan gol terakhirnya sebelumnya pada bulan agustus tahun 2019. Dan pertandingan dimana gol terakhirnya di dapatkank saat Mu melawan Southampton.

Fakta 8

Hal ini merupakan pertama kalianya untuk tim yang di asuh oleh marcelo Bielsa mengalami kebobolan enam gol dalam pertandingan mereka sejak Newells Old BOy mengalami kekalahan 0 – 6 dari San Lorenzo di Copa LIbertadores yang terjadi di bulan Februari tahun 1992.

Dan untuk pertandingan MU Melawan Aston Villa  di Awal Tahun 2021 Menjadi Semakin Mantap

Manchester United sedang berada di tepi puncak klasemen untuk liga INggris. Dimana dulunya urutan tersebut merupakan urutan yang biasa mereka miliki dalam liga. Dan MU sekarang telah memenangkan pertandingan mereka melawan Aston Villa di Kandang stadion Old Trafold pada hari Jum’at. Yang merupakan pertandingan mereka ke – 16 di musim 2020 – 2021.

Pelatih mereka, Ole Gunnar Solskjaer telah menyadari bahwa Villa merupiakan tim terkuat di musim ini. Dengan perolehan skor 7 – 2 yang di dapatkan oleh aston villa saat mereka berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor 7 – 2 di awal musim.

Selain itu, mereka juga memahami bahwa musim lalu, villa berhasil memaksa MU untuk perolehan skor imbang 2 -2 ketika Villa bermain di kandang MU (Old Traffold).

Mungkin pertandingan tersebut merupakan pertandingan yang akan di ingat oleh semua pecinta sepak bola di musim ini. Solskjaer sepertinya akan melakukan beberapa rotasi untuk beberapa pemainnya.

Hal tersebut di lakukan untuk menjaga kondisi tubuh dari para pemainnya. Selain itu pemain seperti Edinson Cavani terpaksa absen karena ia memiliki sanksi untuk tidak doleh bermain setelah melakukan pelanggaran. Dan Victor Lindelof juga harus absen karena hal lain.

Solskjaer sepertinya juga masih memikirkan kembali untuk menggunakan Scott MctTominay dan Fred yang absen saat mereka mengalahkan WOlve pada tanggal 30 desember tahun lalu. Dimana pelatih asli Skotlandia tersebut terpaksa mengganti McTominay dan juga Fred dengan Paul Pogba dan jiuga Nemanja Matic.

Baca juga : Pemain yang Bermain Untuk AC Milan

Pemain yang Bermain Untuk AC MilanPemain yang Bermain Untuk AC Milan Yang Kemungkinan Kalian Lupakan

Pemain yang Bermain Untuk AC Milan merupakan beberapa pemain yang pernah atau mungkin kalian lupakan berada di tim AC MIlan

Mereka telah memenangkan Piala Eropa lebih banyak daripada siapa pun selain Real Madrid. Mereka merevolusi permainan di akhir tahun 80-an dan telah menghiasi Milan dengan beberapa pemain dan tim terbaik yang pernah bersaing.

Semua orang mengenal mereka dan kecuali Anda sebagai seorang penggemar. Anda setidaknya memiliki apresiasi yang lebih dari Rossoneri dan semua pemain hebat mereka.

Tapi bagaimana dengan pemain mereka yang tidak terlalu di kenal?. Untuk lebih jelasnya, yang kami maksud bukan para pemain Milan yang kurang berbakat.

Akan tetapi para pemain hebat yang begitu tidak mencolok selama berada di San Siro sehingga Anda telah melupakannya.

1. Pierre – Emerick Aubameyang

The Italians telah merekrut Aubameyang ketika ia masih remaja. Dan membawanya melalui tim Primavera mereka. Auba bahkan tidak pernah memainkan permainan untuk Rossoneri karena ia menghabiskan tiga setengah musim selanjutnya  dengan status pinjaman di berbagai klub.

Sebelum di jual ke Saint – Etienne pada pertengahan tahun 2010 / 2011. Tetapi auba ada di buku mereka, dan mereka memiliki harapan tinggi untuknya. Harapan itu pada akhirnya terbukti benar, karena ia mulai bersinar untuk Saint  – Etienne, Borussia Dortmund, dan tentu saja Arsenal.

2. Sokratis

Kami melanjutkan koneksi Arsenal dan pindah ke rekan setim Aubameyang di Dortmund dan di London utara. Sokratis menghabiskan satu musim di Serie A dan merupakan bagian dari pencarian tanpa henti Milan untuk menemukan pewaris Alessandro Nesta.

Sokratis bermain hanya beberapa kali dalam seragam merah dan hitam, tetapi beruntung melakukannya di musim perebutan gelar terakhir Rossoneri.

3. Leonardo Bonucci

Anda mungkin sudah melupakan pemain yang satu ini. Dimana Leonardo Bonucci adalah pilar tim Juventus yang menaklukkan semua tim di hadapan mereka di Serie A.

Tetapi sang bek telah berselisih dengan pelatihnya dan membutuhkan perubahan suasana. Milan datang memanggil dan Bonucci akan menjadi pemimpin revolusi baru mereka.

Namun Rossoneri sangat menyedihkan musim itu bahkan Bonucci tidak bertahan dengan baik. Pada akhirnya, ia hanya menghabiskan satu musim di Milan sebelum berlari kembali ke Juventus dan meraih gelar tahunan mereka.

4. Fabricio Coloccini

Fabricio Coloccini dipandang sebagai bek hebat Argentina berikutnya. Dan Milan menggunakan celah dalam peraturan untuk merekrutnya tanpa menyetujui kesepakatan dengan Boca Juniors.

Dia baru berusia 17 tahun saat itu dan menghabiskan setengah dekade berikutnya dengan status pinjaman sebelum akhirnya bermain satu musim untuk Milan dalam kampanye 2004/05 yang naas.

Di mana Milan berpenampilan baik dan juga hebat tetapi tidak memenangkan apa pun. Dia hanya bermain lima kali, dan sejak itu menjadi sangat terkait dengan Deportivo de la Coruna dan Newcastle United.

5. Martin Laursen

Sebelum menjadi pilar pertahanan Aston Villa, Martin Laursen pernah bermain untuk Milan. Dia melakukannya pada awal era Carlo Ancelotti dan berhasil meraih gelar Serie A, Coppa Italia dan Liga Champions saat berada di klub.

Tapi dia tidak pernah menjadi pemain sepak bola inti dan pada akhirnya, Laursen pindah ke Midlands. Di sana, ia menjadi sosok yang sangat besar dan ikonik sehingga waktunya di Milan dilupakan.

6. Lucas Ocampos

Tidak ada yang begitu bersemangat ketika Sevilla merekrut Lucas Ocampos pada tahun 2019. Tetapi mereka memang seharusnya begitu, karena pada musim tahun 2019/20 dia adalah satu-satunya pemain di La Liga yang mencetak gol dan menyelamatkan satu gol.

Dia juga menjadi tumpuan tim Sevilla yang kembali mengamankan gelar Liga Europa musim lalu. Tidak banyak yang mengira ia mencetak 17 gol  untuk Ocampos selama masa pinjamannya bersama Milan pada 2016/17.

Pemain sayap Argentina itu tidak mencetak gol sama sekali, Milan finis di urutan keenam dan mengembalikannya ke Marseille pada musim panas berikutnya. Reputasinya terus meningkat sejak saat itu, yang berpuncak pada tempatnya di tim La Liga terakhir Marca musim ini. Jadi waktu Ocampos di San Siro telah di lupakan.

7. Mathieu Flamini

Dan Milan mengambil pelajaran ini ke dalam hati setelah Flamini menelan Kaka di Liga Champions 2008.

Yang memungkinkan Arsenal menang besar di sana. Musim panas itu juga, Flamini bergabung dengan Rossoneri, di mana dia bermain selama lima musim yang menakjubkan dan mencatatkan lebih dari 100 penampilan.

Namun tidak ada yang mengingat waktunya di sana. Mungkin karena dia pergi untuk kembali ke Arsenal dan menegaskan kembali hubungannya dengan mereka. Dan sekarang dia adalah seorang eksekutif farmasi yang membantu mewujudkan rekayasa massal biofuel.

8. Michael Essien

Jika Anda harus mengasosiasikan Michael Essien yang perkasa dengan tiga tim. Anda harus memilih Chelsea, Lyon dan Ghana.

Jika terdesak untuk yang keempat Anda akan menemukan musim yang aneh dengan status pinjaman dengan Real Madrid dan yang kelima.

9. Sulley Muntari

Sama halnya dengan rekan senegaranya, Muntari juga pernah menjadi ikon di klub lain. Udinese, Inter, Portsmouth. Dan tentu saja, dia juga unggul bersama Ghana, terutama di Piala Dunia 2010.

Tetapi jika ditekan, apakah Anda akan mengingat Muntari selama tiga tahun bersama Milan? Dia bergabung dengan mereka satu musim setelah bermain untuk Sunderland.

Ddan meskipun tampil mengesankan dengan status pinjaman yang cukup bagi mereka untuk membelinya. Walaupun sangat mengecewakan dalam dua tahun berikutnya sehingga dia pergi dengan sedikit masalah ke Ittihad FC di Arab Saudi.

Baca juga : Rencana Man City Jendela Transfer

Atalanta Seri Melawan MidtjyllandAtalanta Seri Melawan Midtjylland di Kandangnya Sendiri

Atalanta Seri Melawan Midtjylland tidak mengalami kemenangan dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk di kandangnya sendiri.

Anak buah Gian Piero Gasperini memasuki Matchday 5 Liga Champions UEFA dengan ekspektasi tinggi. Seminggu setelah membongkar penakluk Liga Premier Liverpool.

Atalanta diharapkan tidak banyak membantu tim Denmark, Midtjylland. Akan tetapi, pasukan Brian Priske tersebut berdiri teguh dan menyangkal poin yang sangat dibutuhkan Italia dalam kompetisi piala Eropa elit.

Ketika wasit asal Yunani Anastasios Sidiropoulos meniup peluit panjang sebagai tanda waktu pertandingan telah selesai. Kedua kubu tak bisa dipisahkan. Dan Denmark telah memimpin pertama kali melalui tendangan Alexander Scholz pada menit ke-13.

Bergamaschi seharusnya tidak membiarkannya dan dibiarkan mencoba menerobos hampir sepanjang pertandingan. Upaya mereka membuahkan hasil di menit ke-79.

Dengan sundulan Cristian Romero untuk menyamakan kedudukan. Para pencetak gol tidak akan bermasalah lagi meskipun mereka telah melakukan usaha terbaik mereka.

Atalanta hanya mencetak satu gol sebelumnya di babak pertama dalam delapan kesempatan. Dan Brian Priske mengirim pasukannya untuk mendapatkan keuntungan sedini mungkin.

Peristiwa Lain Saat Midtjylland Melawan Atalanta

Midtjylland memulai permainan dengan brilian, menempatkan tuan rumah tertinggal satu gol sejak awal. Joel Andersson dan Anders Dreyer berlari cepat untuk memaksakan masalah tersebut.

Akan tetapi, peluang terbaik dari pertukaran awal datang ke Atalanta. Hans Hateboer seharusnya melakukan usahanya setelah perebutan kotak penalti.

Tetapi hanya bisa memaksa penyelamatan mudah dari Jesper Hansen. Hasil serupa terlihat dari upaya Duvan Zapata. Bola melambung tinggi di atas mistar pada insiden pertama dan aman ke pelukan Jesper Hansen pada peristiwa kedua.

La Dea akan menghantui mereka beberapa saat kemudian. Remo Freuler menjatuhkan Frank Onyeka saat tendangan bebas diberikan kepada Midtjylland.

Bola yang dihasilkan Anders Dreyer dibersihkan tetapi hanya dilakukan sejauh menunggu Joel Andersson. Bek asal Swedia tersebut mengirim bola ke daerah tersebut dan di terima oleh Sory Kaba.

Dia akan memberikannya kepada Alexander Scholz yang mencoba tendangan volinya tidak mendapat jawaban dari Marco Sportiello. Dan menjadi sebuah keuntungan Keuntungan bagi Midtjylland.

Ketidakpuasan dalam mencetak gol terlihat jelas di wajah Gian Piero Gasperini. Atalanta telah gagal untuk mendapatkan kemenangan pertama mereka di kandang dalam enam pertandingan menjadi lebih sulit.

Saat beberapa menit berlalu, La Dea menempatkan dirinya di luar kotak penalti Denmark tanpa gol. Matteo Pessina seharusnya bisa menyamakan kedudukan di menit ke-32, tapi usahanya gagal. Selama sisa babak pertama, mereka akan terengah-engah tidak menghasilkan apa – apa dari usahanya.

Waktu Jeda Atalanta dengan Midtjylland

Saat waktu jeda, perintah mereka pasti cukup sederhana. Untuk tetap memimpin pada pamain asal Denmark tersebut. Menyetarakan dengan segala cara untuk The Italians.

Selanjutnya akan datang tidak tanpa uji coba dari para pengunjung. Orang Priske seharusnya menggandakan perolehan mereka melalui Sory kaba. Yang menyediakan gol pertama akan tetapi hanya membentur tiang gawang saat ia menerima bola dari Daniel Hoegh.

Atalanta tidak akan memberikan kesempatan yang seperti itu lagi kepada lawan. Dengan lima belas menit tersisa dalam permainan, La Dea berusaha semaksimal mungkin. Umpan silang yang dibombardir dari pemain sepak bola pengganti memberi Midtjylland beberapa masalah. Amad Traore menguji Jesper Hansen pada dua kesempatan, tetapi sang kiper mampu melaksanakan tugasnya untuk menjaga bola jauh dari gawang.

akan tetapi, dia tidak punya jawaban ketika Hans Hateboer mengayunkan umpan silang dari sayap kiri dan di teirma oleh Cristian Romero. Seperti Alexander Scholz sebelumnya, bek ini memanfaatkan peluangnya dan menyundul bola ke sisi kanan.

Kedua kubu dengan hati-hati mencoba menciptakan peluang di sisa waktu sebelas menit waktu yang di tentukan dengan lima menit tambahan. Atalanta menunjukkan niatnya, tapi tidak akan membuahkan hasil. Duvan Zapata tidak bisa menahan diri untuk tidak terjatuh, dan terlalu banyak bola yang terlewat.

Ketika Anastasios Sidiropoulos meledak di waktu penuh, perolehan hasil imbang pantas diterima oleh kedua belah pihak. Gasperini akan mempertanyakan kembalinya timnya hanya dengan satu gol dari 18 peluang.

Sementara Priske akan terganggu oleh perlawanan akhir melawan Wolves. Dan akhirnya pertandingan tersebut memberi Midtjylland poin pertama mereka musim ini. Karena mereka ingin menghargai pertandingan mendatang mereka melawan Liverpool.

Sementara itu, atalanta melanjutkan perjalanan mereka ke Amsterdam. Mereka paling tidak memerlukan hasil seimbang melawan Ajax untuk lolos ke babak penyisihan.

Penyelamatan Atalanta Imbang 1 – 1 Melawan Midtjylland

FC Midtjylland meraih poin pertamanya di Liga Champions pada hari Selasa dengan hasil imbang 1-1 di Atalanta. Bek tengah Cristian Romero mencetak gol pertamanya untuk Atalanta, 11 menit dari waktu, untuk membatalkan gol pembuka babak pertama Alexander Scholz.

Namun itu merupakan poin bersejarah bagi Midtjylland, yang kalah dalam empat pertandingan sebelumnya, yang sempat kebobolan sampai 11 gol dan hanya mencetak dua gol.

Saya sangat bangga mendapatkan satu poin dengan Midtjylland. Dan kami bahkan bisa mengambil ketiganya. Tetapi sangat menyenangkan mendengar peluit di akhir dari wasit pertandingan tersebut kata penjaga gawang Jesper Hansen.

Atalanta naik ke posisi kedua di Grup D, satu poin di atas Ajax, yang kalah 1-0 di Liverpool. Hasil itu membuat Atalanta hanya membutuhkan satu poin melawan Ajax di Belanda pekan depan untuk lolos ke babak sistem gugur untuk tahun kedua berturut-turut.

Baca juga : Rencana Man City Jendela Transfer

Chelsea Tambahkan Squad LampardChelsea Tambahkan Squad Lampard di Di Kesempatan Yang Ada

Chelsea Tambahkan Squad Lampard, dimana mereka dapat menambahkan Gimenez sebagai pemain tambahan terbaru dan perpanjang kontrak Thiago Silva.

Menurut Podcast Here We Go, Chelsea mengincar kepindahan bek tengah Atletico Madrid Jose Gimenez musim panas mendatang. Telah diklaim bahwa The Blues sedang mengerjakan perpanjangan kontrak untuk veteran Thiago Silva tetapi memandang pemain sepak bola berusia 25 tahun itu sebagai solusi jangka panjang di posisi bek.

Profil Jose Gimenez

Ia Mulai memulai karir profesionalnya bersama Danubio di kasta tertinggi Uruguay sebelum pindah ke Eropa bersama klub kelas berat Spanyol Atletico Madrid pada 2013.

Dia hanya tampil tiga kali di semua kompetisi pada musim debutnya. Tetapi telah menjadi pemain reguler di lini belakang. Rojiblancos sejak awal kampanye 2014-15.

Pemain Uruguay ini telah mengukir reputasi besar untuk dirinya sendiri sebagai salah satu bek tengah muda terbaik di planet ini di bawah pengawasan Diego Simeone di Spanyol.

Gimenez telah mengumpulkan hampir 200 penampilan untuk Atletico di semua kompetisi. Dan  memenangkan Liga Eropa UEFA dan Piala Super UEFA dalam prosesnya.

Pemain berusia 25 tahun itu juga menjadi bagian dari skuat Atletico yang menjadi runner-up Liga Champions pada 2013-14 dan 2015-16, kalah dari Real Madrid pada kedua kesempatan.

Gimenez akan menjadi tambahan yang berkualitas di lini belakang Chelsea

Thiago Silva telah menetapkan posisinya sebagai pemain inti di jantung pertahanan Chelsea setelah transfer gratisnya ke Stamford Bridge di musim panas. Pemain asal Brasil itu telah tampil 9 kali untuk tim Frank Lampard di semua kompetisi dan sejauh ini belum merasakan kekalahan.

Pemain berusia 36 tahun itu hanya bergabung dengan klub dengan kontrak satu tahun0. Tetapi penampilannya yang konsisten dan mengesankan telah mendorong The Blues untuk membuka pembicaraan dengan veteran mengenai perpanjangan kontrak.

Memang, Silva telah terbukti menjadi tambahan yang fantastis untuk lini belakang Chelsea. The Blues berada di posisi enam dan tujuh di lini belakang sepanjang musim sebelumnya – mereka kebobolan 54 gol di PL musim lalu. Tapi kedatangan pemain Brasil itu jelas telah membendung aliran masuk gol.

Kurt Zouma juga telah membuktikan kepercayaannya sebagai pasangan bek yang layak untuk Silva di bek tengah. Dengan pemain asli Prancis itu menjadi pemain inti reguler di bawah Lampard akhir-akhir ini.

Bagaimanapun hal tersebut belum menunjukkan banyak kepercayaan pada pemain lainnya seperti Andreas Christensen, Fikayo Tomori dan Antonio Rudiger. Dengan pemikiran tersebut, perombakan lebih lanjut di bagian belakang pasti akan sangat masuk akal.

Chelsea perlu membawa bek tengah berkualitas tinggi dengan satu pandangan ke masa depan. Perpindahan kesepakatan potensial Jose Gimenez bisa menyelesaikan masalah pertahanan mereka dengan baik selama beberapa musim.

Pemain asli Uruguay itu secara luas dianggap sebagai salah satu bek terbaik di Eropa dan telah bermain dengan lebih dari 200 penampilan dalam karier klub, meski baru berusia 25 tahun.

Chelsea perlu memindahkan beberapa pemain mereka yang ada di belakang untuk memberi ruang bagi bek tengah baru musim panas mendatang. Dengan Silva akan memperpanjang masa tinggalnya di London Barat.

Tidak perlu seorang ilmuwan roket untuk mengetahui bahwa Jose Gimenez akan menjadi peningkatan performa dengan formasi seperti Christensen, Rudiger dan Tomori di Stamford Bridge.

Dan Lampard mencoba membangun skuad pemenang yang memiliki potensi pergerakan pemain asli Uruguay itu pasti akan menjadi langkah ke arah yang benar.

Pemain berusia 25 tahun itu sepertinya tidak akan murah (dia memiliki kontrak dengan Atletico hingga 2023). Tetapi dengan tahun-tahun terbaiknya masih di depannya.

Chelsea Ingin Tambahkan masa Kontrak Tiago Silva

Menurut laporan TuttoMercatoWeb, Chelsea sedang membahas tentang masa kontraknya dengan Thiago Silva yang berusia 36 tahun untuk memperpanjang kontraknya saat ini selama satu tahun.

Bek Brasil ini direkrut pada musim panas dari PSG dengan kontrak satu tahun. Tetapi dapat ditawari kontrak baru yang membuatnya memperpanjang masa tinggalnya di Stamford Bridge hingga musim panas 2022.

Profil Thiago Silva

Ia memulai karirnya bermain untuk klub Brazil RS Futebol pada tahun 2002. Ia berpindah klub dan bergabung dengan Juventude pada tahun 2003.

Setelah memiliki catatan sebanyak 36 kali penampilan dan mencetak tiga gol hanya dalam setahun. Silva diambil alih oleh tim B FC Porto pada tahun 2004.

Status Peminjaman ke Dynamo Moscow tidak berhasil pada 2005 dan Silva kembali ke klub masa kecilnya Fluminense pada 2006. Tiga musim yang solid dengan lebih dari 100 penampilan untuk Fluminense membuat AC Milan merekrutnya pada 2009.

Setelah 3 tahun di San Siro, Thiago Silva bergabung dengan Paris Saint-Germain pada 2012. Setelah memenangkan 16 trofi dan 7 gelar liga dalam 8 tahun. Silva bergabung dengan Chelsea dan dengan begitu ia Tambahkan ke Squad Lampard pada musim panas ini dengan status bebas transfer.

Thiago Silva adalah pemimpin di Squad Lampard Chelsea

Untuk pertama kalinya sejak kepergian John Terry pada 2017. Chelsea sepertinya memiliki pemimpin di garis belakang.

Thiago Silva menjadi pemain inti untuk tim Frank Lampard setiap kali dia bisa dipilih. Pemain Brasil itu telah tampil dalam 9 pertandingan untuk Chelsea musim ini, mengenakan ban kapten di tiga pertandingannya.

The Blues telah mencatatkan 6 clean sheet dalam 9 pertandingan itu, tanpa kalah. Faktanya, Chelsea hanya mengalami dua kekalahan musim ini saat Thiago Silva belum menjadi pemain inti. Dan Mantan pemain PSG itu bahkan membuka jumlah golnya untuk klub dalam kemenangan Liga Inggris 4-1 melawan Sheffield United.

Peta panas Thiago Silva menunjukkan bahwa dia adalah bek tengah yang tidak takut untuk melangkah maju. Silva melakukan rata-rata lebih dari 100 kali menggiring bola dan memiliki akurasi operan 92,3% per pertandingan di liga musim ini. Yang menunjukkan bahwa Chelsea telah menemukan bek yang sangat cakap yang merasa nyaman dengan bola di kakinya.

Baca juga : Barcelona masih Butuh Lionel Messi

Rencana Man City Jendela TransferRencana Man City Jendela Transfer Yang Terbuka di Tahun Depan

Rencana Man City Jendela Transfer adalah merekrut beberapa pemain bintang, dan salah satu pemain senior Inter Milan.

City sekarang telah memainkan sembilan pertandingan Liga Premier musim ini. Dan hanya mengambil 15 poin dari mereka – hanya empat poin lebih sedikit dari akumulasi poin terburuk mereka melalui sembilan pertandingan di musim mana pun di bawah Pep Guardiola.

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan jadwal padat di sebagian besar klub di seluruh Eropa. Yang menyebabkan peningkatan jumlah cedera otot dan kebutuhan yang lebih besar untuk rotasi skuad.

Klub Etihad jauh dari kebal terhadap masalah ini. Dengan menderita cedera parah pada sejumlah pemain kunci termasuk Sergio Aguero, Gabriel Jesus dan Kevin De Bruyne dan tahapan terpisah di musim ini sejauh ini.

Dengan jendela transfer Januari hanya 32 hari lagi dari pembukaan. Untuk diskusi tentang Manchester City memperbarui skuad dalam persiapan untuk akhir musim yang kompak telah muncul.

Belum lagi rumor tentang kemungkinan Lionel Messi bergabung dengan mantan manajernya di jendela. Akan tetapi , Pep Guardiola sendiri telah mengeluarkan banyak air dari kemungkinan bursa transfer yang terbuka pada Januari tahun depan

Ketika ditanya apakah dia atau klub sedang merencanakan sesuatu. Dia menjawab dengan, “Tidak, tidak sama sekali. Saya memiliki tim yang fantastis untuk memperjuangkan semua gelar.”

Dengan itu, jendela musim panas mendatang diharapkan menjadi jendela yang sibuk di barat laut untuk City. Dengan perombakan besar-besaran diharapkan dalam skuad saat Pep Guardiola bersiap untuk dua tahun terakhir kontraknya di Stadion Etihad.

Lautaro martinez ke manchester United?

Lautaro Martinez dilaporkan telah memberi tahu para petinggi Inter Milan bahwa dia menginginkan kesepakatan mendekati 150.000 pound per minggu. Untuk menjauhkannya dari cengkeraman Manchester City.

Yang telah melacak striker Argentina selama lebih dari setahun, sesuai laporan terbaru dari Mirror. Bersama dengan tim Pep Guardiola, raksasa La Liga Barcelona dan Real Madrid juga tertarik pada penyerang licik yang menjadi salah satu penyerang paling dicari di dunia sepak bola saat ini.

Dengan waktu Sergio Aguero di Etihad Stadium yang berakhir dengan cedera. Dan pertanyaan tentang kemampuan Gabriel Jesus untuk mengisi sepatunya yang menolak untuk pergi.

Klub Liga Premier telah dikaitkan dengan penandatanganan sejumlah striker di seluruh Eropa. Akan tetapi Lautaro Martinez, mungkin merupakan rekrutan yang paling disukai untuk menggantikan Aguero.

Seorang pencetak gol terbanyak klub sepanjang masa. Dia memiliki ukuran, perawakantubuh , dan gerakan yang serupadi usia usia 23 tahun. Dan  menjadi usia yang sempurna untuk langkah besar ke liga baru.

Penyerang Argentina itu telah mencetak 36 gol dan 11 assist dalam 96 penampilannya untuk raksasa Italia. Ketika datang ke penilaian pasar, situs statistik populer Transfermarkt menilai dia sebesar 58 juta pounds.

Meskipun mempertimbangkan reputasinya di seluruh Eropa, calon pelamar dapat berharap untuk menerima permintaan lebih dari dua kali lipat dari angka itu oleh klubnya saat ini.

Selain martinez, Man City juga mengincar Houssem Aouar

Menurut The Sun, Manchester City kemungkinan besar akan menjadi klub berikutnya dari Houssem Aouar. Direktur olahraga Lyon Juninho juga mengatakan bahwa Pep Guardiola menyukai pemain tersebut.

Laporan awal musim ini juga menunjukkan bahwa pemain tersebut juga tertarik untuk pindah ke Manchester City.

Profil Houssem Aouar

Houssem Aouar bergabung dengan akademi Lyon pada usia 11 tahun dan menghabiskan 11 tahun lagi mewakili klub di berbagai kelompok umur. Dia naik melalui jajaran pemain muda klub untuk melakukan debutnya pada tahun 2017 melawan AZ Alkmaar di leg pertama babak 32 besar Liga Europa.

Seminggu kemudian, dia mencetak gol debutnya untuk Lyon melawan tim yang sama di leg kedua. Musim berikutnya, dia di beri jersey ikonik No. 8, yang sebelumnya di pakai oleh legenda klub Juninho.

Sejak itu, dia menjadi pemain reguler tim utama. Dia telah membuat lebih dari 140 penampilan sejauh ini untuk Lyon dan telah mencetak 26 gol dalam prosesnya.

Aouar telah memainkan 14 pertandingan untuk tim Prancis U-21 dan menjalani debut seniornya pada bulan Oktober melawan Ukraina dalam pertandingan persahabatan.

Aouar akan menjadi tambahan yang bagus untuk Manchester City

Man City memiliki salah satu kontingen lini tengah terbaik di Eropa. Membanggakan orang-orang seperti Kevin De Bruyne, Rodri, Ilkay Gundogan dan Phil Foden.

Mereka dapat membongkar oposisi apa pun kapan saja. Akan tetapi, mereka kekurangan pembawa bola atau pemain yang bisa menahan bola di bawah tekanan.

Rodri melakukan pekerjaan yang layak tetapi mobilitasnya menjadi masalah. Houssem Aouar akan menjadi pria yang sempurna untuk pekerjaan itu.

Dribblingnya yang rapi, kemampuannya untuk keluar dari situasi tekanan dengan bola dan memberikan bola ke sepertiga akhir.  Sekaligus mempertahankan level pertahanan yang baik hanyalah beberapa hal yang dapat di kagumi dari dirinya.

Pemain berusia 22 tahun itu adalah salah satu gelandang yang muncul terbaik di Eropa. Dan membuktikan hal yang sama dengan penampilannya untuk Lyon musim lalu.

Fleksibilitasnya tidak di ragukan lagi akan menarik bagi Guardiola karena ia bisa bermain di banyak posisi lini tengah seperti garis tengah. Garis tengah menyerang dan bertahan.

Di bawah asuhan Pep Guardiola, Aouar dapat mengembangkan aspek permainannya yang lebih baik. Dan berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik di Eropa.

Baca juga : Barcelona masih Butuh Lionel Messi